Carrier, Pulp dan Hydrolic Process

CARRIER

Carrier adalah bahan yang dapat dikonsumsi yang digunakan untuk memfasilitasi penambahan zat-zat mikro (micro nutrient) dalam ransum. Carrier dalam pembutan ransum digunakan berfungsi sebgai media pembawa suatu zat yang memiliki kandungan yang relatif kecil sehingga memudahkan dalam pencampuran sehingga ransum yang diperoleh dapat homogen. Carrier dapat berupa tepung. Adanya suatu carrier merupakan salah satu faktor terpenting dalam menyususn complete feed. Bila carrier tersebut berupa butiran-butiran yang umum digunakan dalam ransum, biasanya tidak ditemui banyak kesulitan karena butiran tersebut dapat dengan mudah bercampur dengan bahan akan yang lain sehingga distribusinya lebih merata. Cara penggilingan butiran yang akan digunakan sebagai carrier dapat mempengaruhi zat-zat mikro. Bila carrier tersebut terlalu kasar dapat menimbulkan penyebaran zat-zat mikro yang tidak merata, dan bila terlalu halus akan menimbulkan gumpalan. Pada umumnya zat-zat mikro dalam bentuk bubuk melekat dengan baik pada bagian-bagian carrier yang lebih tidak teratur bentuknya, dan tidak begitu baik pada permukaan licin (Anggorodi, 1995).

Pada pembuatan pakan ternak berbentuk pellet maka carrier yang digunakan berasal dari butir-butiran yang banyak mengandung karbohidrat yang pada umumnya mempunyai sifat yang dapat merekatkan bahan satu dengan bahan yang lain atau yang disebut binder. Pada pembuatan feed suplement berbentuk pil atau berbentuk pellet maka diperlukan carrier sebagai perekat yang berbentuk tepung, sehingga dalam proses pembuatan pil tersebut dapat dilakukan dengan sempurna. Bila carrier yang digunakan terlalu kasar ,maka akan menimbulkan penggunaan zat-zat mikro tidak merata (Anggorodi, 1995).

PULP

Pulp adalah sisa berpentuk pada (termasuk biji dan kulit, apabila ada) setelah ekstrasi sari dari buah, akar, atau tangkai (Hartadi dkk, 1991). Menurut Cullison (1975) dikenal ada pulp jeruk kering (dried citrus pulp) dan pulp bit kering (dried beet pulp). Dengan kata lain pulp adalah residu berbentuk padat dari hasil sisa pengolahan tanaman / buah-buahan setelah diambil sarinya. Pulp dibagi menjadi 2 yaitu sitrus pulp dan beet pulp, sitrus pulp merupakan hasil samping proses industri jeruk, biasanya terdiri dari sisa buah jeruk setelah sari jeruknya dikeluarkan dan terkadang juga termasuk buah jeruk yang tersortir. Sitrus pulp diberikan pada ternak kadang-kadang dalam bentuk segar, pada areal sekitar tempat pengolahan jeruk; namun biasanya dalam bentuk kering agar lebih awet sehingga dapat digunakan dalam waktu lama. Sitrus pulp telah lama digunakan untuk sapi perah, dapat juga untuk sapi potong, tapi tidak biasa diberikan pada ternak lainnya. Meskipun relatif tinggi serat kasamya, sitrus pulp energi pakannya baik; dan biasa digunakan lebih dari 20 - 25% dari ransum.

Beet pulp biasa digunkan pada ransum sapi perah, kadang pada kuda serta penggemukan sapi yaitu dengar proporsi pemberian tidak lebih dari 20%. Plup ini biasanya diproduksi dalam bentuk kering untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan serta penggunaanyapupp mempunyai peranan dalam pemberian pakan yatu :

a. Sifatnya yang Bulky, pulp digunakan untuk pengisi (pengganjal) pada saluran pencernaan, meranggsang motilitas saluran percernaan.

b. Meningkatkan selera makan pada ternak

c. Sebagai pakan sumber energi.

HYDRAULIC PROCESS

Hydraulic process adalah suatu metode untuk mengekstrasi lemak dari minyak biji-bijian dengan menggunakan sistem hidrolik atau pengepresan, hydraulic process ini merupakan suatu metode yang sudah kovensional. Dengan proses ini memungkinkan masih banyak sebagai sumber lemak pakan masih tersisa banyak. Hydraulic process pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan expeller process yang intinya adalah mengeluarkan cairan khususnya minyak dari biji-bijian. Saat ini sudah ada cara lain yang lebih baik dari pada cara mekanik yaitu dengan solvent process atau dengan cara melarutkan dengan bahan pelarut organik tertentu.

Mekanisme kerja hydraulic process adalah dengan menggunakan alat hidrolik untuk mengepres bahan yang hendak diambil minyaknya. Pengepresan memanfaatkan tenaga yang besar yang dihasilkan alat hidrolik. Biasanya alat hidrolik digerakkan dengan mesin maupun dengan listrik ada juga yang masih menggunakan tenaga manusia. Alat ini biasanya menggunakan media udara untuk digunakan sebagai pengisi dan menkonversikannya menjadi tenaga yang sangat besar untuk mengepres bahan pakan. Ada juga hidrolik yang menggunakan alat sederhana seperti dongkrak. Pembuatan minyak dengan cara yang sederhana ini adalah dengan cara memanaskan atau menggoreng tanpa minyak atau dengan pengeringan oven selanjutnya digiling lalu dilakukan pemerasan atau pengepresan dengan kekuatan dongkrak. Ekstrasi minyak yang berasal dari biji-bijian yang dilakukan pada industri rumah tangga yang meniru cara kerja dari hydraulic process ini secara kecil-kecilan biasanya dilakukan dengan sederhana.

Hydraulic process membutuhkan teknologi yang sederhana, tanpa memerlukan bahan kimia untuk memisahkan lemak sehingga biaya relatif murah,namun hasil yang didapatkan kurang optimal untuk memisahkan secara keseluruhan kandungan minyak pakan, masih banya minyak yang tersisa. Saat ini sudah ada cara lain yang lebih baik dari pada cara mekanik yaitu dengan solvent extracted atau dengan cara melarutkan. Solvent extracted adalah suatu cara untuk melepaskan minyak atau lemak kacang kedelai dan sebagian besar biji-bijian dengan cara melarutkan bahan tersebut kedalam larutan organik tertentu dan kemudian dilakukan penyaringan dan pemurnian minyak. Proses solvent proses ini masih banyak digunakan di negara-negara maju. Misalnya Amerika yang menghasilkan soybean oil (minyak kedelai), dalam proses ini kemudian dihasilkan soybean meal yang dapat juga digunakan sebagai pakan ternak.

*Review by Edi Prayitno S.Pt

DAFTAR PUSTAKA

Cullison, A.E. 1975. Feed and Feeding. Publishing Company, INC. USA

Srigandono, B. 1996. Kamus Istilah Peternakan. Edisi ke 2. Gajahmada University Press. Jogyakarta.

0 Responses

CARRIER

Carrier adalah bahan yang dapat dikonsumsi yang digunakan untuk memfasilitasi penambahan zat-zat mikro (micro nutrient) dalam ransum. Carrier dalam pembutan ransum digunakan berfungsi sebgai media pembawa suatu zat yang memiliki kandungan yang relatif kecil sehingga memudahkan dalam pencampuran sehingga ransum yang diperoleh dapat homogen. Carrier dapat berupa tepung. Adanya suatu carrier merupakan salah satu faktor terpenting dalam menyususn complete feed. Bila carrier tersebut berupa butiran-butiran yang umum digunakan dalam ransum, biasanya tidak ditemui banyak kesulitan karena butiran tersebut dapat dengan mudah bercampur dengan bahan akan yang lain sehingga distribusinya lebih merata. Cara penggilingan butiran yang akan digunakan sebagai carrier dapat mempengaruhi zat-zat mikro. Bila carrier tersebut terlalu kasar dapat menimbulkan penyebaran zat-zat mikro yang tidak merata, dan bila terlalu halus akan menimbulkan gumpalan. Pada umumnya zat-zat mikro dalam bentuk bubuk melekat dengan baik pada bagian-bagian carrier yang lebih tidak teratur bentuknya, dan tidak begitu baik pada permukaan licin (Anggorodi, 1995).

Pada pembuatan pakan ternak berbentuk pellet maka carrier yang digunakan berasal dari butir-butiran yang banyak mengandung karbohidrat yang pada umumnya mempunyai sifat yang dapat merekatkan bahan satu dengan bahan yang lain atau yang disebut binder. Pada pembuatan feed suplement berbentuk pil atau berbentuk pellet maka diperlukan carrier sebagai perekat yang berbentuk tepung, sehingga dalam proses pembuatan pil tersebut dapat dilakukan dengan sempurna. Bila carrier yang digunakan terlalu kasar ,maka akan menimbulkan penggunaan zat-zat mikro tidak merata (Anggorodi, 1995).

PULP

Pulp adalah sisa berpentuk pada (termasuk biji dan kulit, apabila ada) setelah ekstrasi sari dari buah, akar, atau tangkai (Hartadi dkk, 1991). Menurut Cullison (1975) dikenal ada pulp jeruk kering (dried citrus pulp) dan pulp bit kering (dried beet pulp). Dengan kata lain pulp adalah residu berbentuk padat dari hasil sisa pengolahan tanaman / buah-buahan setelah diambil sarinya. Pulp dibagi menjadi 2 yaitu sitrus pulp dan beet pulp, sitrus pulp merupakan hasil samping proses industri jeruk, biasanya terdiri dari sisa buah jeruk setelah sari jeruknya dikeluarkan dan terkadang juga termasuk buah jeruk yang tersortir. Sitrus pulp diberikan pada ternak kadang-kadang dalam bentuk segar, pada areal sekitar tempat pengolahan jeruk; namun biasanya dalam bentuk kering agar lebih awet sehingga dapat digunakan dalam waktu lama. Sitrus pulp telah lama digunakan untuk sapi perah, dapat juga untuk sapi potong, tapi tidak biasa diberikan pada ternak lainnya. Meskipun relatif tinggi serat kasamya, sitrus pulp energi pakannya baik; dan biasa digunakan lebih dari 20 - 25% dari ransum.

Beet pulp biasa digunkan pada ransum sapi perah, kadang pada kuda serta penggemukan sapi yaitu dengar proporsi pemberian tidak lebih dari 20%. Plup ini biasanya diproduksi dalam bentuk kering untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan serta penggunaanyapupp mempunyai peranan dalam pemberian pakan yatu :

a. Sifatnya yang Bulky, pulp digunakan untuk pengisi (pengganjal) pada saluran pencernaan, meranggsang motilitas saluran percernaan.

b. Meningkatkan selera makan pada ternak

c. Sebagai pakan sumber energi.

HYDRAULIC PROCESS

Hydraulic process adalah suatu metode untuk mengekstrasi lemak dari minyak biji-bijian dengan menggunakan sistem hidrolik atau pengepresan, hydraulic process ini merupakan suatu metode yang sudah kovensional. Dengan proses ini memungkinkan masih banyak sebagai sumber lemak pakan masih tersisa banyak. Hydraulic process pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan expeller process yang intinya adalah mengeluarkan cairan khususnya minyak dari biji-bijian. Saat ini sudah ada cara lain yang lebih baik dari pada cara mekanik yaitu dengan solvent process atau dengan cara melarutkan dengan bahan pelarut organik tertentu.

Mekanisme kerja hydraulic process adalah dengan menggunakan alat hidrolik untuk mengepres bahan yang hendak diambil minyaknya. Pengepresan memanfaatkan tenaga yang besar yang dihasilkan alat hidrolik. Biasanya alat hidrolik digerakkan dengan mesin maupun dengan listrik ada juga yang masih menggunakan tenaga manusia. Alat ini biasanya menggunakan media udara untuk digunakan sebagai pengisi dan menkonversikannya menjadi tenaga yang sangat besar untuk mengepres bahan pakan. Ada juga hidrolik yang menggunakan alat sederhana seperti dongkrak. Pembuatan minyak dengan cara yang sederhana ini adalah dengan cara memanaskan atau menggoreng tanpa minyak atau dengan pengeringan oven selanjutnya digiling lalu dilakukan pemerasan atau pengepresan dengan kekuatan dongkrak. Ekstrasi minyak yang berasal dari biji-bijian yang dilakukan pada industri rumah tangga yang meniru cara kerja dari hydraulic process ini secara kecil-kecilan biasanya dilakukan dengan sederhana.

Hydraulic process membutuhkan teknologi yang sederhana, tanpa memerlukan bahan kimia untuk memisahkan lemak sehingga biaya relatif murah,namun hasil yang didapatkan kurang optimal untuk memisahkan secara keseluruhan kandungan minyak pakan, masih banya minyak yang tersisa. Saat ini sudah ada cara lain yang lebih baik dari pada cara mekanik yaitu dengan solvent extracted atau dengan cara melarutkan. Solvent extracted adalah suatu cara untuk melepaskan minyak atau lemak kacang kedelai dan sebagian besar biji-bijian dengan cara melarutkan bahan tersebut kedalam larutan organik tertentu dan kemudian dilakukan penyaringan dan pemurnian minyak. Proses solvent proses ini masih banyak digunakan di negara-negara maju. Misalnya Amerika yang menghasilkan soybean oil (minyak kedelai), dalam proses ini kemudian dihasilkan soybean meal yang dapat juga digunakan sebagai pakan ternak.

*Review by Edi Prayitno S.Pt

DAFTAR PUSTAKA

Cullison, A.E. 1975. Feed and Feeding. Publishing Company, INC. USA

Srigandono, B. 1996. Kamus Istilah Peternakan. Edisi ke 2. Gajahmada University Press. Jogyakarta.

Usaha sampingan inspiratif